Curhat Mahalnya Biaya Pernikahan Ala Orang Indonesia

Di sini saya nggak akan menyarankan untuk nikah di KUA, pakai jasa teman untuk foto, atau mengadakan pesta di rumah supaya menghemat biaya. Saya cuma pengen curhat kenapa biaya standar nikahan orang Indonesia di Jabodetabek-Bandung itu mahal banget.

Kalian suka bertanya-tanya ngga sih, kenapa apapun yang dibubuhi kalimat pernikahan/wedding pasti jadi mahal. Misalnya dekor bridal shower lebih mahal daripada dekor ulang tahun, makeup, MC, sewa jas, hias seserahan dan lain-lain. Belum lagi harganya semakin naik dari tahun ke tahun.

Contoh kasusnya, biasanya MUA punya harga masing-masing untuk makeup wisuda, tunangan, dan prewed meskipun menurut saya hasilnya beda-beda tipis. Untuk kasus ini, saya pernah baca di IG MUA kalau beda acara, beda harga, karena produk yang dipakai pasti beda.

Misalnya karena prewed biasanya dilakukan outdoor, foundation yang dipakai sekelas shue uemura yang harga sebotolnya bisa sampai Rp700-ribuan. Sedangkan makeup wisuda (yang menurut saya sebenarnya nggak selalu indoor), harganya lebih murah karena bisa pakai produk sekelas MAC.

Oke, saya ngerti sih kalau harganya jadi beda, karena dempul yang dipakai juga beda kelas. Tapi nggak sampai matok harga makeup wisuda Rp500 ribu dan makeup prewed/tunangan jadi Rp2 juta juga kaliiiii. Bedanya jauuuuh banget. Padahal graduation isn’t less important than prewed or engangement, right?

giphy

Ada anggapan, “Wajar aja sih, soalnya kan nikahan harus serba spesial dan cuma sekali seumur hidup.” Anggapan ini masuk akal juga. Tapi dari artikel yang pernah saya baca, biaya nikahan di Indonesia sama mahalnya dengan biaya nikahan di Amerika loh. Logikanya karena penghasilan rata-rata orang Indonesia si bawah Amerika, jadi sebenernya biaya untuk menyelenggarakan pernikahan di Indonesia mahal banget dong ya.

Keluarga saya udah nikahan tiga kali (saya punya tiga kakak cewek), jadi ibu saya tahulah harga ‘layak’ untuk dekor, ketring, dst. Nah masalahnya kenaikan harga jasa-jasa ini, ketika saya menikah di di Januari 2018 sangat tidak masuk akal dibandingkan pas kakak saya nikah di Januari 2016. Bikin pusing kepala deh.

Dalam waktu tiga tahun itu (anggap saja kakak saya mulai booking vendor pertengahan 2015), kenaikan harganya bisa 20% per tahun. Misalnya untuk dekorasi di Gedung Pasca Panen, kalau tahun 2015 kakak saya membayar Rp14 juta, tahun 2018 bisa Rp25 juta.

Vendor foto yang terkenal kaya Imagenic aja udah ngenain harga mulai Rp12 juta cuma untuk foto hari H. Belum pakai album pula. Kata teman saya yang baru bikin vendor foto Toolusphotography, harga yang dipatok Imagenic ini termasuk standard untuk ukuran Jakarta, tapi memang termasuk mahal di Bogor.

Sedangkan Kresna decoration, vendor dekorasi paling terkenal di Bogor bisa ngenain harga mulai dari Rp40 jutaan. Ya mending sih kalau foto, albumnya bisa dilihat seumur hidup. Tapi kalau dekor, selesai resepsi langsung dibongkar ☹.

Mungkin ada di antara kalian ya berpikir, “Ya elah, harga segitu mah biasa aja kali. Buktinya Imagenic sama Kresna laris manis aja tuh.” Ya memang benar. Kalau kamu sanggup bayar sih silakan aja shay. Yang jelas harga segitu nggak masuk budget list saya, karena masih banyak pilihan yang lebih terjangkau.

Saya jadi inget sebuah cerita. Waktu saya prewed di Bandung, saya kan dimakeupin sama Teh Ikok. Sambil permak wajah saya, Teh Ikok cerita kalau dia pernah jadi tim makeup kawinan sebuah keluarga. Katakanlah nama pengantinnya Mawar.

Mawar ini dimakeupin sama Adi Adrian, top MUA Indonesia. Itu loh, yang makeupin Andien, Sandra Dewi, dan Nagita Slavina. Selain pakai MUA mahal, Mawar menghabiskan Rp100 juta untuk dekornya! Saking mahalnya dan ngga mau rugi, selesai resepsi si Mawar memboyong hampir semua bunga di pelaminan untuk dipindahin ke kamarnya. 😀 sounds nice idea right?

Setelah saya mondar mandir di berbagai forum, ternyata harga fotografer Rp40 jutaan dan dekor Rp100 jutaan sudah semakin dianggap maklum. Hmmmm iya aja deh, holang kaya mah bebaaas ☹.giphy (1)Berhubung saya dan suami bukan anggota keluarga Cendana, kami melakukan beberapa usaha penghematan. Di antaranya:

  1. Bikin ring bearer sendiri. Harga Rp400 ribuan untuk model prisma kemahalan buat saya. Jadi kenapa ga beli prismanya dan bikin sendiri aja? Total modalnya kurang lebih Rp80 ribu dan sama cantiknya.
  2. Bikin dekor buat lamaran sendiri. Beli karpet rumput sintetis, bunga imitasi, dan kain brokat diskonan. Voilaaa modal Rp300 ribu udah mirip sama dekor lamaran Rp2 jutaan di vendor (ga mirip banget sih sebenernya).
  3. Minta bantuan keluarga untuk hias seserahan. Hasilnya di luar dugaan, bagus banget!
  4. Hanya membagikan seragam pada teman dekat yang bertugas sebagai penerima tamu.

Apakah saya berhasil berhemat? NGGAK juga sih saudara-saudara. Karena ternyata ada banyak perintilan lain yang menguras banyak duit.

Bisa aja sebenarnya pakai konsep kekinian kaya private party, akad di KUA, dll, dst, biar biayanya bisa ditekan. Tapi sayangnya hal ini nggak berlaku bagi saya dan suami yang berasal dari keluarga besaaaar dan pemikirannya masih konvensional. Plus karena biaya nikahan kami masih disubsidi orangtua, kami juga harus berpikir win-win solution. Akhirnya kami sepakat menyebar 350 udangan sudah termasuk keluarga.nikah mahal di BogorPercayalah, saya juga pengennya private party kaya nikahan artis-artis. Tapi semakin mendekati hari H saya ingin semuanya berjalan standar aja kaya nikahan orang Indonesia pada umumnya, nggak macem-macam, dan pastinya ingin cepat selesai biar nggak pusing.

Toh ketika hari H, saya ikut happy melihat orangtua ketemu teman-teman lamanya yang udah bertahun-tahun nggak ketemu. Dan senang melihat keluarga yang dari berbagai macam kota bela-belain datang untuk mendoakan kami. Kamu pasti akan merasakan perasaan ini saat di pelaminan, percaya deh.

Lagi pula, kalau kamu udah nonton Coco, kamu pasti setuju kan kalau family’s blessing is what matters 😊.

(Baca juga: Wedding Preparation: Kegalauan Menjelang Pernikahan)

biaya nikah

* Saya nggak ngadain bridal shower karena nggak penting. Selain sahabat saya banyaknya cowok, bingung juga acaranya ngapain selain buat foto-foto dan haha-hihi.

Advertisements

3 thoughts on “Curhat Mahalnya Biaya Pernikahan Ala Orang Indonesia

  1. Hai mbak riri salam kenal!

    Aku belum pernah nikah dan gak ada rencana dalam waktu dekat juga tapi emang tulisannya menggelitik. Tapi saya yakin banget emang nikahan Indonesia lebih hedon dan mahal daripada di USA. Wedding di USA 100 orang aja sudah gede banget. Gak ngundang orang yang dianggap gak deket aja sudah biasa. Temennya pun gak bakal baper gak kayak di sini yang harus ngundang satu kampung, kampung sebelah dll wkkw

    Like

    1. Wah Mbak Lenny, ga nyangka mampir ke blogku dan baca tulisan random ini. Iya mbak, di Indonesia sih 100 orang doang mah cuma keluarga itungannya. Salam kenal juga mbak 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s